1. Pengertian dari Inflasi, Revaluasi, Devisa Umum
dan Valuta Asing
A.
Inflasi
Suatu keadaan perekonomian di suatu negara dimana
terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam
waktu yang panjang (kontinu) disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan
barang.
Menurut Para Ahli
· Sadono Sukirno
Inflasi adalah suatu proses terjadinya kenaikan harga-harga yang
terjadi dalam suatu perekonomian.
· Bank Indonesia (BI)
Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan
terus menerus
· Dwi Eko Waluyo
Inflasi adalah bentuk penyakit-penyakit ekonomi
yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari
kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus.
B.
Revaluasi
Suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk
meningkatkan nilai mata uang dalam negeri (Rupiah) terhadap mata uang asing.
Revaluasi bisa terjadi karena adanya kebijakan pemerintah untuk memperbaiki
perekonomian.
C.
Devisa Umum
Devisa yang dapat diperoleh tanpa adanya kewajiban untuk
mengembalikannya. Contoh: ekspor, penyelenggaraan jasa-jasa, dan
penerimaan modal.
D.
Valuta Asing
Mata
uang asing yang diakui dan di terima dalam sistem perdagangan internasional
Menurut Para Ahli
·
Jose Rizal Joesoef
Valuta asing adalah mata uang yang digunakan dalam
melakukan transaksi atau pembayaran internasional sebagai alat pembayaran di
luar negeri
·
Eng, Les, dan Mauer
Valuta asing berarti mata uang asing yang dapat
dijadikan klaim keuangan atau aset pada suatu perusahaan
2. Menurut pendapat saya, inflasi tidak selalu
merugikan atau berdampak negatif tetapi inflasi juga ada yang dampak
positifnya. Dampak positif dari inflasi salah satunya adalah meningkatkan
pendapat sehingga membuat seseorang menjadi semangat untuk bekerja, ini
merupakan dampak dari inflasi ringan. Tetapi bagi seseorang yang memiliki
pendapatannya tetap, inflasi sangat merugikan mereka. Pada umumnya, masalah
inflasi datang ketika masyarakat mengalami inflasi yang tidak terduga dan tidak
diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Jika pendapatan setiap
orang tidak meningkat, maka daya beli setiap orangpun akan berkurang dan
akhirnya menyebabkan perekonomian menjadi lambat. Jadi, inflasi sekecil apapun
dapat selalu menimbulkan masalah. Oleh karena itu, diharapkan peranan
pemerintah untuk campur tangan dalam kebijakan, baik dengan menyediakan
kebutuhan barang masyarkat maupun dengan memeratakan peekonomian hingga ke
pelosok – pelosok. Inflasi terhadapat barang ekspor juga menjadi masalah karena
dapat menyulitkan kedua belah pihak, baik pihak eksportir maupun pihak yang
menerima barang ekspor tersebut. Pihak atau negara akan mengalamikerugian
karena daya saing ekspor berkurang. Akibatnya , barang yang dijual menjadi
berkurang dan juga devisa yang diperoleh semakin sedikit. Inflasi juga dapat
menyebabkan penetapan hargapokok menjadi terlalu kecil atauapun terlalu besar.
Sehingga membuat kekacauan perekonomian suatu negara apalagi kekacauan untuk
produsennya sendiri.Kondisi seperti ini akan mempengaruhi stabilitas keamanan
dan juga politik. Sehingga memungkinkan bagi pemerintah untuk memikirkan
bagaimana agar inflasi tidak terlalu parah untuk masyarakat.
3. Faktor – faktor yang mempengaruhi investasi
dalam perekonomian suatu negara
A.
Suku Bunga
Merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik
investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank.
Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam
modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
B.
Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat
negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau
Kota.
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita
merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli
masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional
per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah
tersebut untuk berinvestasi.
C.
Kondisi sarana dan prasarana
Sarana dan Prasarana pendukung tersebut meliputi
sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan
lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain: jalan,
ter-minal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana tele-komunikasi
contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana
dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih,
listrik dan lain-lain.
D.
Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat
penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar
biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi
pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi
pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang
membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha
dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
E.
Kualitas sumber daya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan
daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang
dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut
menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.
4. Pengertian Kemiskinan dan Garis Kemiskinan
Kemiskinan adalah
suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya
seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.
Menurut
Para Ahli
·
Hall dan Midgley
Kemiskinan adalah kondisi deprivasi materi dan sosial
yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak, atau
kondisi di mana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan
individu yang lainnya dalam masyarakat.
·
Faturachman dan Marcelinus Molo
Kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang atau
beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
·
Reitsma dan Kleinpenning
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untuk
memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non-material.
Garis
kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang
dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman
resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang.
5. Penyebab dan Dampak Kemiskinan di Indonesia
Dampak Kemiskinan
·
Kriminalitas Meningkat
Kemiskinan seringkali dikaitkan dengan kriminalitas.
Bukan tanpa sebab, karena masyarakat miskin cenderung melakukan apa saja untuk
memenuhi kebuhtuhan hidup mereka, termasuk melakukan
kriminalitas. Beberapa bentuk kriminalitas tersebut yaitu pencurian,
perampokan, begal, penipuan, bahkan pembunuhan.
·
Angka Kematian yang Tinggi
Masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan
umumnya tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai. Hal ini menyebabkan
tingginya angka kematian pada masyarakat miskin. Selain itu, gizi yang buruk
juga merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat miskin. Asupan gizi
yang kurang menyebabkan kesehatan dan perkembangan fisik masyarakat miskin
sangat buruk.
·
Akses Pendidikan Tertutup
Biaya pendidikan yang cukup tinggi mengakibatkan
masyarakat miskin tidak dapat menjangkau dunia pendidikan. Hal ini semakin
memperburuk situasi masyarakat yang kekurangan karena kurangnya pendidikan
membuat mereka tidak bisa bersaing dan tidak bisa bangkit dari keterpurukan.
·
Pengangguran Semakin Banyak
Masyarakat miskin yang tidak mendapatkan akses
pendidikan akan sulit bersaing di dunia kerja maupun usaha. Hal ini kemudian
akan menyebabkan pengangguran semakin meningkat.
·
Munculnya Konflik di Masyarakat
Rasa kecewa dan ketidakpuasan masyarakat miskin
biasanya dilampiaskan dengan berbagai tindakan anarkis. Bahkan seringkali
konflik bernuansa SARA timbul di masyarakat sebagai cara pelampiasan kekecewaan
masyarakat miskin.
Penyebab Kemiskinan
·
Laju Pertumbuhan Penduduk
Angka kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan laju
pertumbuhan penduduk suatu negara menjadi besar. Bila laju pertumbuhan ini
tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi, maka hal ini akan mengakibatkan
angka kemiskinan akan semakin meningkat di suatu negara.
·
Angka Pengangguran Tinggi
Lapangan kerja yang terbatas menyebabkan angka
pengangguran di suatu negara menjadi tinggi. Semakin banyak pengangguran maka
angka kemiskinan juga akan meningkat. Peningkatan angka pengangguran juga dapat
menimbulkan masalah lain yang meresahkan masyarakat. Misalnya munculnya pelaku
tindak kejahatan, pengemis, dan lain-lain.
·
Tingkat Pendidikan yang Rendah
Masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah cenderung
tidak memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Sehingga
mereka tidak bisa bersaing dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi di dunia
kerja maupun dunia usaha. Hal ini kemudian membuat angka pengangguran dan
kemiskinan menjadi bertambah.
·
Bencana Alam
Bencana alam merupakan faktor penyebab kemiskinan yang
tidak dapat dicegah karena berasal dari alam. Bencana alam seperti tsunami,
banjir, tanah longsor, dan lain-lain, akan menimbulkan kerusakan pada
infrastruktur maupun psikologis. Peristiwa bencana alam yang besar dapat
mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan karena kehilangan harta.
·
Distribusi yang Tidak Merata
Ketidaksamaan pola kepemilikian sumber daya akan
menimbulkan ketimpangan dalam distribusi pendapatan. Pada umumnya, masyarakat
yang hanya memiliki sumber daya terbatas dan berkualitas rendah berada di bawah
garis kemiskinan.