Selasa, 16 April 2019

Inflansi dan Kemiskinan


  1. Pengertian dari Inflasi, Revaluasi, Devisa Umum dan Valuta Asing

A.      Inflasi 
Suatu keadaan perekonomian di suatu negara dimana terjadi kecenderungan kenaikan harga-harga barang dan jasa secara umum dalam waktu yang panjang (kontinu) disebabkan karena tidak seimbangnya arus uang dan barang.

Menurut Para Ahli
·      Sadono Sukirno
     Inflasi adalah suatu proses  terjadinya kenaikan harga-harga yang terjadi dalam suatu perekonomian.
·      Bank Indonesia (BI)
     Inflasi adalah kecenderungan harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus
·      Dwi Eko Waluyo
           Inflasi adalah bentuk penyakit-penyakit ekonomi yang sering timbul dan dialami hampir di seluruh negara. Kecenderungan dari kenaikan harga-harga pada umumnya serta terjadi secara terus-menerus.

B.      Revaluasi 
Suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk meningkatkan nilai mata uang dalam negeri (Rupiah) terhadap mata uang asing. Revaluasi bisa terjadi karena adanya kebijakan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian.

C.      Devisa Umum
Devisa yang dapat diperoleh tanpa adanya kewajiban untuk mengembalikannya. Contoh: ekspor, penyelenggaraan jasa-jasa, dan penerimaan modal.

D.      Valuta Asing
Mata uang asing yang diakui dan di terima dalam sistem perdagangan internasional

       Menurut Para Ahli
·         Jose Rizal Joesoef
Valuta asing adalah mata uang yang digunakan dalam melakukan transaksi atau pembayaran internasional sebagai alat pembayaran di luar negeri
·         Eng, Les, dan Mauer
Valuta asing berarti mata uang asing yang dapat dijadikan klaim keuangan atau aset pada suatu perusahaan

  2. Menurut pendapat saya, inflasi tidak selalu merugikan atau berdampak negatif tetapi inflasi juga ada yang dampak positifnya. Dampak positif dari inflasi salah satunya adalah meningkatkan pendapat sehingga membuat seseorang menjadi semangat untuk bekerja, ini merupakan dampak dari inflasi ringan. Tetapi bagi seseorang yang memiliki pendapatannya tetap, inflasi sangat merugikan mereka. Pada umumnya, masalah inflasi datang ketika masyarakat mengalami inflasi yang tidak terduga dan tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Jika pendapatan setiap orang tidak meningkat, maka daya beli setiap orangpun akan berkurang dan akhirnya menyebabkan perekonomian menjadi lambat. Jadi, inflasi sekecil apapun dapat selalu menimbulkan masalah. Oleh karena itu, diharapkan peranan pemerintah untuk campur tangan dalam kebijakan, baik dengan menyediakan kebutuhan barang masyarkat maupun dengan memeratakan peekonomian hingga ke pelosok – pelosok. Inflasi terhadapat barang ekspor juga menjadi masalah karena dapat menyulitkan kedua belah pihak, baik pihak eksportir maupun pihak yang menerima barang ekspor tersebut. Pihak atau negara akan mengalamikerugian karena daya saing ekspor berkurang. Akibatnya , barang yang dijual menjadi berkurang dan juga devisa yang diperoleh semakin sedikit. Inflasi juga dapat menyebabkan penetapan hargapokok menjadi terlalu kecil atauapun terlalu besar. Sehingga membuat kekacauan perekonomian suatu negara apalagi kekacauan untuk produsennya sendiri.Kondisi seperti ini akan mempengaruhi stabilitas keamanan dan juga politik. Sehingga memungkinkan bagi pemerintah untuk memikirkan bagaimana agar inflasi tidak terlalu parah untuk masyarakat.

  3. Faktor – faktor yang mempengaruhi investasi dalam perekonomian suatu negara

A.      Suku Bunga
Merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.

B.      Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota.
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

C.      Kondisi sarana dan prasarana
Sarana dan Prasarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain: jalan, ter-minal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana tele-komunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.

D.      Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

E.       Kualitas sumber daya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.

  4.  Pengertian Kemiskinan dan Garis Kemiskinan
Kemiskinan adalah suatu kondisi dimana seseorang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasarnya seperti pangan, sandang, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.


                Menurut Para Ahli
·         Hall dan Midgley
Kemiskinan adalah kondisi deprivasi materi dan sosial yang menyebabkan individu hidup di bawah standar kehidupan yang layak, atau kondisi di mana individu mengalami deprivasi relatif dibandingkan dengan individu yang lainnya dalam masyarakat.

·         Faturachman dan Marcelinus Molo
Kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang atau beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

·         Reitsma dan Kleinpenning
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untuk memenuhi kebutuhannya, baik yang bersifat material maupun non-material.

Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan  lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang.

  5.   Penyebab dan Dampak Kemiskinan di Indonesia
 Dampak Kemiskinan
·         Kriminalitas Meningkat
Kemiskinan seringkali dikaitkan dengan kriminalitas. Bukan tanpa sebab, karena masyarakat miskin cenderung melakukan apa saja untuk memenuhi kebuhtuhan hidup mereka, termasuk melakukan kriminalitas. Beberapa bentuk kriminalitas tersebut yaitu pencurian, perampokan, begal, penipuan, bahkan pembunuhan.

·         Angka Kematian yang Tinggi
Masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan umumnya tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai. Hal ini menyebabkan tingginya angka kematian pada masyarakat miskin. Selain itu, gizi yang buruk juga merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat miskin. Asupan gizi yang kurang menyebabkan kesehatan dan perkembangan fisik masyarakat miskin sangat buruk.

·         Akses Pendidikan Tertutup
Biaya pendidikan yang cukup tinggi mengakibatkan masyarakat miskin tidak dapat menjangkau dunia pendidikan. Hal ini semakin memperburuk situasi masyarakat yang kekurangan karena kurangnya pendidikan membuat mereka tidak bisa bersaing dan tidak bisa bangkit dari keterpurukan.

·         Pengangguran Semakin Banyak
Masyarakat miskin yang tidak mendapatkan akses pendidikan akan sulit bersaing di dunia kerja maupun usaha. Hal ini kemudian akan menyebabkan pengangguran semakin meningkat.

·         Munculnya Konflik di Masyarakat
Rasa kecewa dan ketidakpuasan masyarakat miskin biasanya dilampiaskan dengan berbagai tindakan anarkis. Bahkan seringkali konflik bernuansa SARA timbul di masyarakat sebagai cara pelampiasan kekecewaan masyarakat miskin.

Penyebab Kemiskinan
·         Laju Pertumbuhan Penduduk
Angka kelahiran yang tinggi akan mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk suatu negara menjadi besar. Bila laju pertumbuhan ini tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi, maka hal ini akan mengakibatkan angka kemiskinan akan semakin meningkat di suatu negara.

·         Angka Pengangguran Tinggi
Lapangan kerja yang terbatas menyebabkan angka pengangguran di suatu negara menjadi tinggi. Semakin banyak pengangguran maka angka kemiskinan juga akan meningkat. Peningkatan angka pengangguran juga dapat menimbulkan masalah lain yang meresahkan masyarakat. Misalnya munculnya pelaku tindak kejahatan, pengemis, dan lain-lain.

·         Tingkat Pendidikan yang Rendah
Masyarakat yang tingkat pendidikannya rendah cenderung tidak memiliki keterampilan, wawasan, dan pengetahuan yang memadai. Sehingga mereka tidak bisa bersaing dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi di dunia kerja maupun dunia usaha. Hal ini kemudian membuat angka pengangguran dan kemiskinan menjadi bertambah.

·         Bencana Alam
Bencana alam merupakan faktor penyebab kemiskinan yang tidak dapat dicegah karena berasal dari alam. Bencana alam seperti tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain-lain, akan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur maupun psikologis. Peristiwa bencana alam yang besar dapat mengakibatkan masyarakat mengalami kemiskinan karena kehilangan harta.

·         Distribusi yang Tidak Merata
Ketidaksamaan pola kepemilikian sumber daya akan menimbulkan ketimpangan dalam distribusi pendapatan. Pada umumnya, masyarakat yang hanya memiliki sumber daya terbatas dan berkualitas rendah berada di bawah garis kemiskinan.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Inggris Bisnis : 16 Setence Active to be Passive

  Virni Eki Septiani 27218264 3EB03 16 Setense Active to be Passive 1.        Simple present A : Virni cooperates with the friend to...