Senin, 26 November 2018

Pengantar Bisnis


1.      Pengertian Dari Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

2.      Kegiatan Manajemen Produksi Yang Memikirkan Pelestarian Lingkungan Dan Mengurangi Efek Polusi

Saat sebuah perusahaan di dirikan, perusahaan harus memikirkan dampak yang terjadi akibat pendirian perusahaan tersebut. Apalagi jika usaha yang di dirikan berupa industri, yang sudah pasti akan menimbulkan efek pencemaran baik di udara maupun di air. Maka bagian dari manajemen produksi harus mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi pencemaran tersebut yang nantinya akan berimbas buruk kepada masyarakat sekitar dan juga alam. Langkah – langkah yang harus di lakukan :

a. Teknologi harus ramah lingkungan sebagai upaya pelestarian lingkungan
b. Mengurangi penggunaan bahan – bahan kimia yang berlebihan yang dapat menyebabkan polusi
c. Mengurangi pembuangan limbah yang bersifat gas maupun cair

Ataupun perusahaan juga dapat mematuhi beberapa peraturan yang di buat di suatu negara tentang pelestarian lingkungan

a. Indonesia memberlakukan undang-undang No. 4 Tahun 182 tentang Ketentuan-Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1986 yang berlaku 5 Juni 1987.
b. Tahun 1994 diterbitkan keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup, yaitu KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Kemudian terbit lagi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tetang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL  diputuskan oleh Mentri Lingkungan  Hidup pada PP No. 17 Tahun 2001.

3.      Variabel Yang Harus Di Pertimbangkan Oleh Pengusaha Dalam Memilih Lokasi Pabrik

1)      Lokasi pasar atau letak konsumen 
Pabrik akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi, yang kemudian akan dipasarkan. Baik setelah barang hasil produksi ini langsung dipasarkan, ataupun disimpan dalam gudang perusahaan terlebih dahulu, namun tujuan akhir dari kegiatan produksi ini adalah dapat dipasarkannya produk tersebut. Suatu kegiatan produksi dalam perusahaan baru akan kelihatan manfaatnya kalau produk perusahaan tersebut dapat dipasarkan dengan baik. Apabila produk perusahaan tidak dapat dipasarkan, maka padsa umumnya kegiatan produksi dalam perusahaan tersebut akan dihentikan, dan diganti dengan kegiatan produksi yang lain dimana produknya dapat dipasarkan. Dengan demikian maka masalah pasar ini merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan dengan begitu saja oleh perusahaan bersangkutan.
Pemilihan lokasi pabrik yang berdekatan dengan lokasi pasar produk perusahaan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. Keuntungannya antara lain : keuntungan pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar produk perusahaan tersebut, kemudahan pengawasan angkutan, kecepatan memperoleh informasi pasar, dll.

2)      Lokasi sumber bahan baku
Di dalam perusahaan , kebutuhan bahan baku ini bukan merupakan kebutuhan yang dirasakan pada waktu – waktu tertentu saja, melainkan akan menjadi kebutuhan rutin yang harus selalu dipenuhi. Ketiadaan bahan baku dalam perusahaan ini akan mempunyai akaibat – akibat yang tidak diinginkan oleh perusahaan tersebut. Akibatnya adalah terhentinya pelaksanaan kegiatan produksi di dalam perusahaan tersebut. Apabila kegiatan produksi terhenti, maka hal ini tentunya akan mengakibatkan kegiatan – kegiatan yang lain dalam perusahaan tersebut terhenti pula. Ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku ini adalah sangat besar, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan akan dapat melaksanakan proses produksi dalam perusahaannya tanpa mempergunakan bahan baku. Karena hal inilah maka perusahaan yang didirikan, sejauh mungkin akan selalu mempertimbangkan lokasi bahan baku.
Apabila suatu pabrik didirikan dengan lokasi yang jauh dari sumber bahan baku yang dipergunakannya, maka perusahaan yang bersangkutan akan menanggung berbagai macam risiko. Risiko – risiko ini antara lain : risiko sehubungan dengan angkutan bahan baku, risiko kerusakan dalam angkutan, risiko biaya angkutan. Risiko kehilangan, risiko keterlambatan informasi bahan baku, dll. Dari hal – hal tersebut kiranya dapat dimengerti bahwa lokasi pabrik yang akan didirikan oleh perusahaan tersebut akan lebih baik apabila dipilih tempat yang lebih dekat dengan sumber bahan baku dari perusahaan yang bersangkutan.

3)      Sumber tenaga  kerja
 Lokasi-lokasi yang memiliki tenaga terampil dalam industri yang akan dijalankan sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi. Mendatangkan Tenaga Kerja dari daerah yang jauh akan meningkatkan biayanya dan juga masalah-masalah yang berkaitan dengan administrasi ketenagakerjaan. Hal-hal yang berkaitan dengan Pola pengupahan seperti biaya hidup dan hubungan industri dengan tenaga kerja setempat terutama dengan Serikat Pekerja juga merupakan faktor penting dalam menentukan ketepatan tempat tersebut untuk dijadikan lokasi fasilitas produksi.Di manapun lokasi perusahaan, harus mempunyai tenaga kerja, karena itu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang mendasar. Disamping itu, penarikan tenaga kerja kuantitas dan jarak, tingkat upah yang berlaku, serta persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi juga perlu diperhatikan perusahaan. Tetapi yang benar-benar menarik bagi manajemen adalah kombinasi diantara produktivitas dan tingkat upah tenaga kerja.

4)      Fasilitas Transportasi 
Fasilitas Transportasi merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi produksi.  Kecepatan transportasi menjamin pasokan bahan mentah dan bahan pendukung produksi untuk perusahaan serta pengiriman barang jadi ke Pelanggan. Pemilihan Metode Transportasi seperti lewat jalur darat, laut dan udara sangat menentukan biaya produk (barang dan jasa) yang akan dihasilkan.Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat, udara, dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan. Pentingnya pertimbangan biaya transportasi tergantung “sumbangan” nya terhadap total biaya. Ketersediaan transportasi yang mendukung distribusi produk dan bahan baku baik melalui laut maupun darat. Sehingga daerah yang akan dijadikan lokasi pabrik haruslah menpunyai fasilitas transportasi yang memadai dan biaya untuk transportasi dapat ditekan sekecil mungkin.

4.      Informasi Yang Dapat Diambil Dari Laporan Akuntansi
a)      Pemilik/Investor
Jika anda sebagai investor maka anda akan membutuhkan suati informasi yang nanti nya akan anda jadikan sebagai referensi untuk mengambil suatu keputusan.Informasi yang nanti nya akan anda dapatkan yaitu sebuah laporan keuangan, dimana laporan keuangan itu akan bisa membantu anda untuk memberikan jawaban sebagai acuan untuk mengambil suatu tindakan apakah anada akan membeli, menjual atau bahkan anda akan melakukan investasi. Dengan adanya hasil laporan keuangan sehingga akan meberikan sebuah penilaian khusus kepada perusahaan dimana perusahaan akan memiliki kemampuan untuk membayar deviden.
b)      Kreditur
Kreditur ini memiliki peran yang sama dengan peminjam,dimana di dalam laporan keuangan akan dijadikan patokan dalam mengambil keputusan untuk berapa besar jumlah yang nantinya akan dipijamkan dengan perusahaan lain dan juga dengan memperhatikan beberapa faktor kemungkinan yang ada.
c)      Manajer
Orang yang diberi wewenang oleh pemilik untuk mengoperasikan perusahaan. Untuk itu manajer membutuhkan informasi akuntansi guna perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.
d)      Pemerintah
Bagi pemerintah laporan keuangan sangat digunakan yaitu untuk dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan pajak dan juga dijadikan sebagai dasar yang akan di gunakan untuk menyusun statistik pada pendataan nasional.

5.      Pentingnya Laporan Akuntansi Dalam Fungsi Manajemen

Laporan akuntansi dalam fungsi manajemen di sebuah perusahaan itu sangat penting. Karena laporan akuntansi bisa menjadi alat analisa yang memberi data kualitatif dan kuantitatif. Hal ini bisa di gunakan sebagai acuan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Keputusan tersebut bisa digunakan sebagai acuan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Keputusan tersebut bisa merupakan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas operasional maupun keputusan khusus seperti investasi. Selain itu laporan keuangan juga bisa sebagai sumber informasi untuk pertanggungjawaban masing – masing tingkat manajemen. Setiap divisi atau tingkatan manajemen memiliki tanggung jawab yang harus di laporkan. Laporan Akuntansi hadir sebagai sumber informasi sekaligus laporan pertanggung jawaban masing – masing divisi. Adanya akuntansi manajemen membuat divisi satu dan lainnya dalam perusahaan menjadi terkait dan berkesinambungan sehingga proses operasional mereka tidak saling bertabrakan atau berjalan hanya menyesuaikan kepentingannya masing-masing.


Rabu, 21 November 2018

PENGANTAR BISNIS


1.       Pendapat Tentang Benar Atau Tidaknya Bisnis Seseorang Tidak Akan Ada Kemajuan Jika Produsen Selalu Berbuat Jujur

Tidak benar, Karena  hidup merupakan kancah perjuangan. Dengan adanya makna kejujuran dalam hidup, kita harus berjuang ingin maju dalam berwirausaha. Banyak manusia kurang menyadari bahwa nilai kejujuran dan daya pikir manusia merupakan kunci utama mencapai kemajuan dalam usaha. Makna dalam hidup ini yaitu banyaknya masalah dengan berbagai kesukaran dan rintangan. Tanpa kesukaran dan rintangan, manusia tidak akan berkembang karena seorang wirausaha hasilnya akan tercapai jika adanya perjuangan dan pengorbanan. Di sinilah makna kejujuran dalam wirausaha harus kita pandang sebagai guru dan anugerah untuk mendorong rasa optimis agar mendapatkan kemajuan dalam usaha. Makna jujur dalam hidup ini termasuk sifat yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan, karena sifat ini akan mendatangkan kepercayaan konsumen. Dengan berbuat jujur, berarti setiap perbuatan yang wirausahawan lakukan dapat menyenangkan orang lain ataupun diri sendiri. Apabila manusia tidak bersikap jujur maka tunggulah kehancurannya, karena kejujuran merupakan kewajiban moral yang dibebankan kepada seorang wirausaha untuk keperluannya menurut fitrahnya. Dan manusia yang tidak bersikap jujurpun akan menderita, karena kunci keberhasilan seorang wirausaha dalam usahanya adalah sifat kejujuran.   

2.       Pengertian Organisasi Dan Bentuk Organisasi

·         Pengertian Organisasi

Menurut umum, Organisasi adalah sekelompok orang ( 2 atau lebih ) yang secara formal di persatukan dalam suatu kerja sama untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola hubungan yang mana melalui orang – orang di bawah pengarahan manajer dalam mengejar tujuan bersama.

·         Bentuk Organisasi
- Organisasi Fungsional
- Organisasi Komite / panitia
- Organisasi Garis
- Organisasi garis dan staf

3.       Pentingnya Organisasi Dalam Bisnis

Organisasi dapat menciptakan kesuksesan untuk suatu bisnis. Dengan memiliki struktur organisasi, kita dapat berimajinasi seperti apa bisnis yang akan di buat dimasa mendatang. Kita juga dapat mengembangkan SDM karena kita dapat mengetahui bagian – bagian perusahaan apa saja yang membutuhkan SDM. Organisasi juga menjadi alat pada saat kita ingin merekrut atau menambahkan karyawan nantinya, dengan begitu kita akan mendapatkan SDM yang berkualitas.
Dan bagi karyawan itu sendiri juga nantinya akan menjadikan sebuah motivasi untuk berada di posisi lebih atas dari posisinya yang sekarang mereka duduki. Kadang ketika kita memiliki karyawan, kita melimpahkan semua pekerjaan pada karyawan tersebut tetapi hal itu tidak sesuai dengan keahlian karyawan sehingga membuat pekerjaan menjadi tidak maksimal. Dengan adanya organisasi sejak awal, kita dapat menempatkan karyawan dengan posisi yang ada keahlian merekanya.

4.       Perbedaan Tanggung Jawab Dengan Pertanggung Jawaban
·         Tanggung Jawab
- Memiliki rasa berkewajiban melaksanakan tugas
- Wujud kesadaran manusia akan kewajibannya
- Perbuatan yang dilakukan seseorang
·         Pertanggung Jawaban
- Sesuatu / hal yang harus kita tanggung jawabin
- Penyelesaian suatu tugas secara sadar
- Bertanggung jawab terhadap apa yang sudah di putuskan oleh individu itu sendiri

5.       Perkembangan Bisnis Kecil Di Bandingkan Bisnis Besar Di Indonesia Pada Masa Mendatang

Setiap bisnis yang kita jalankan itu selalu memiliki resiko kegagalannya. Bisnis besar merupakan bisnis yang sudah dibangun sejak lama oleh seseorang pemilik yang memiliki keberanian untuk melancarkan bisnisnya walaupun mungkin bisnis tersebut bisa saja merugikan. Bisnis kecil merupakan bisnis yang kita lakukan sendiri. Tetapi biarpun bisnis kecil di saat ini jarang, di masa yang akan datang mungkin cenderung kita akan lebih memilih untuk melakukan bisnis kecil, karena dimasa yang akan datang kemungkinan besar teknologi jauh lebih canggih dari masa yang sekarang ini. Dengan begitu, kita menjadi lebih mudah untuk melakukan bisnis kecil. Disamping karena teknologi yang semakin canggih, jumlah pegawai dan pengeluaran pun tidak sebesar bisnis besar walaupun membutuhkan proses yang panjang. Akan tetapi dengan begitu kita akan menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan bisnis kecilnya seperti jualan online ataupun bisnis yang membuahkan keuntungan yang lumayan besar. Dan dari bisnis kecilpun juga akan berkembang menjadi bisnis besar dengan cara kita harus berusaha terus untuk mengembangkan bisnisnya.




Senin, 12 November 2018

Pengantar Bisnis

1.      Perusahaan Dan Lingkungan Perusahaan Beserta Contohnya
Perusahaan juga dapat didefinisikan sebagai suatu lembaga dalam bentuk organisasi yang dioperasikan dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan motif atau insentif keuntungan.

Pengertian perusahaan menurut UU No 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan Pasal 1 huruf b adalah setiap bentuk usaha yang tetap dan terus menerus dan yang didirikan, bekerja serta berpendudukan dalam wilayah Negara  Republik Indonesia dengan tujuan memperoleh keuntungan dan atau laba.

Lingkungan Perusahaan merupakan keseluruhan dari faktor faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatan.
Contoh Perusahaan :
·         Commanditaire Vennootschap-limited partnership
·         Koperasi
·         Firma (FA)
·         Maatschap
·         Persekutuan Komanditer (Limited Partnership)
·         Penamaan Modal Asing
·         Penanaman Modal Dalam Negeri
·         Persekutuan Pedata
·         Perusahaan Umum
·         Perusahaan Jawatan
·         Perseroan Terbatas
·         Perseroan Terbuka (P.T. Tbk)
·         Usaha Dagang
·         Yayasan

Contoh Lingkungan Perusahaan :

·         Hukum
·         Perekonomian
·         Pendidikan dan Kebudayaan
·         Social dan Budaya
·         Kependudukan
·         Tenaga Kerja
·         Peralatan dan Mesin
·         Permodalan

2.       Perbedaan Perusahaan Dan Lembaga Sosial
·         Perusahaan melakukan produksi sampai tingkat maksimum, jika lembaga sosial hanya untuk keberlangsungan lembaganya
·         Perusahaan memperkerjakan orang orang diluar lingkungan tersebut, jika lembaga sosial mempekerjakan orang orang didaerahnya 
·          Perusahaan mencari profit yang sebanyak banyaknya, jika lembaga sosial tidak terlalu mementingkan keuntungan
·         Perusahaan tidak terlalu mementingkan tanggung jawab sosial, jika lembaga mementingkan hal tersebut
·         Perusahaan mencari keuntungan untuk keuntungan pemilik perusahaan, jika lembaga keuntungan untuk kesejahteraan masyarakat yang turut serta dalam lembaga tersebut

3.       Letak Dan Tempat Kedudukan Perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Pada umumnya dipengaruhi faktor kelancaran hubungan dengan lembaga – lembaga lain seperti, lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.
Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatgan fisik/pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.

4.       Perbedaan Lingkungan Eksternal Mikro Dan Makro
Lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan yang mempunyai unsur – unsur yang berpengaruh langsung dalam dunia usaha.
Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan yang mempunyai unsur – unsur yang berpengaruh tidak langsung dalam dunia usaha.

Contoh eksternal mikro :

·         Pelanggan
·         Pesaing
·         Pemasokan
·         Lembaga Keuangan

Contoh eksternal makro :

·         Hukum
·         Perekonomian
·         Pendidikan dan Kebudayaan
·         Social dan Budaya
·         Kependudukan

Senin, 05 November 2018

Pengantar Bisnis


1.     Faktor – Faktor Yang Menjadi Pertimbangan Untuk Memilih Bentuk Badan Usaha Yang Akan Di dirikan

a)      Jenis usaha yang dijalankan
Hal pertama yang dipertimbangkan adalah jenis usaha apa yang akan dijalankan. Sesuai dengan keinginan, badan usaha yang akan dijalankan bisa dalam bentuk perdagangan, industri dsb. Orang yang ingin membuka usaha, harus selektif dalam memilih jenis usaha yang mengeluarkan modal tidak terlalu besar dengan resiko kerugian kecil.

b)     Batas wewenang dan tanggung jawab pemilik
Ketika menjalankan bisnis, ada 2 hal yang sangat erat berkaitan, yaitu mengenai pengambilan keputusan dan batas kewenangan dalam menjalankan bisnis. Karakter badan usaha sangat menentukan hal ini. Karena tidak semua badan usaha memiliki pemisahan tanggung jawab antara pemilik dengan badan usahanya. Dalam hal memilih CV atau Firma sebagai badan usaha, ketika timbul suatu kerugian, maka kerugian tersebut menjadi tanggung jawab pemiliknya juga, hingga ke harta pribadi. Berbeda dengan Perseroan Terbatas, dimana ada keterbatasan tanggung jawab.

c)      Kapasitas Keuangan dan Kemudahan Pendirian
Umumnya para pebisnis berskala kecil, ingin memilih pendirian badan usaha yang prosesnya sederhana dan biaya sesuai dengan kapasitas keuangannya. Ketika budgetnya tidak mencukupi untuk mendirikan Perseroan Terbatas, seringkali badan yang dipilih adalah CV. Namun yang harus diperhatikan adalah karakter dari badan usaha yang dipilih berikut tanggung jawabnya.

d)     Kemudahan memperoleh modal
Dalam bisnis, pemisahan keuangan pribadi dengan bisnis adalah hal mutlak. Ketika membuat badan usaha, diharapkan dapat membuat rekening atas nama perusahaan tersebut. Sehingga, untuk keperluan permodalan, akan dapat dengan mudah mengajukan ke perbankan atau investor apabila cash flow yang telah berdiri sendiri dan berjalan baik dari bisnis tersebut sudah diletakkan pada wadah khusus, yaitu rekening perusahaan.

e)      Besarnya resiko kepemilikan
Para pengusaha harus memikirkan resiko-resiko yang akan terjadi dalam perusahaannya. Misalnya pengusaha dalam bidang industri akan menggunakan alat-alat produksi yang membutuhkan perawatan sesering mungkin agar terhindar dari resiko kerusakan, cacat, dll.

f)       Perkembangan usaha
Pengusaha haruslah visioner, oleh karena itu optimisme dalam mengembangkan bisnis juga merupakan pertimbangan dalam memilih badan usaha. Seiring dengan perkembangan bisnis, maka tidak hanya omset yang makin besar, namun resikonya juga makin besar. Oleh karena itu perlu disesuaikan dan dipersiapkan strategi memilih badan usaha yang tepat.

g)      Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha
Agar usaha dapat terkoordinir dengan baik, pengusaha hendaknya melibatkan pihak-pihak lain yang dapat mendukung jalannya perusahaan. Pihak-pihak tersebut ditempatkan pada bagian-bagian yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

h)     Kewajiban dari peraturan pemerintah
Sebagai warga Negara yang baik, pengusaha harus memperhatikan peraturan-peraturan pemerintah seperti ijin industri, NPWP, akta notaries, pajak dan ijin domilisi.

2.     Kecenderungan Seseorang Merubah Bentuk Perusahaan Perseorangan Ke Perseroan Terbatas ( PT )

Banyak orang cenderung merubah bentuk perusahaannya dari perusahaan perseorangan ke bentuk perseroan terbatas. Hal itu dikarenakan sulitnya mengembangkan usaha yang dibentuk dalam perusahaan perseorangan. Perusahaan perseorangan  hanya bermodal kecil, terbatas jenis dan modal produksi, memiliki tenaga kerja atau buruh yang sedikit bahkan bisa jadi tidak memiliki tenaga kerja atau buruh serta alat teknologi yang dipakai masih sederhana.
Pengusaha perusahaan perseorangan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap semua resiko dan kegiatan perusahaan, apabila kekayaan perusahaan tidak dapat menutup utang perusahaan, maka kekayaan pribadi menjadi jaminan untuk menutup kekurangan pembayaran utang perusahaan tersebut. Pada umumnya kemampuan investasinya terbatas, sehingga besar atau luas usaha juga terbatas. Apabila pemilik perusahaan meninggal dunia atau tidak dapat aktif untuk waktu yang cukup lama, maka kegiatan perusahaan akan terhenti tetapi perusahaan tersebut dapat juga dipindahtangankan.
Berbeda dengan bentuk usaha Perseroan Terbatas, besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan, sehingga pemilik memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti kepemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki, apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Dengan menggunakan bentuk usaha Perseroan Terbatas, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan atau menghentikan kegiatan perusahaan.


3.     Bentuk Usaha Koperasi Bagi Rakyat Indonesia

Bentuk koperasi cocok dengan bentuk usaha rakyat indonesia,Karena berdasarkan pengalaman, kegiatan saling membantu (gotong royong, solidaritas, dan perhitungan  ekonomi) diantara individu dan usaha, akan lebih berhasil mengatasi permasalahan baik sosial maupun ekonomi.
Apalagi dalam menghadapi ekonomi pasar dimana persaingan pasar sangat ketat akan menyebabkan  UKM (Usaha Kecil Menengah) semakin tidak berdaya. Dalam ketidak berdayaan ekonomi seperti ini  kekuatan-kekuatan ekonomi  seperti usaha besar akan menguasai UKM baik dalam pemasaran hasil produksi maupun dalam penyediaan  sarana-sarana produksi.  Hal ini menyebabkan usaha-usaha kecil dan  menengah harus bergabung dalam suatu wadah (organisasi), dengan saling membantu dan bekerja  sama tidak saja untuk menghadapi oligopolies dan monopolis, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berproduksi dan memasarkan hasil produksinya. Organisasi tersebut dinamakan koperasi.
Para pelopor koperasi telah berhasil memprakarsai organisasi-organisasi  koperasi dan mengembangkan gerakan koperasi, gagasannya dan mengembangkan struktur organisasi koperasi tertentu terutama yang dapat diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan, kepentingan-kepentingan khusus dan pada situasi nyata dari kelompok-kelompok orang-orang yang berbeda lingkungan ekonomis dan sosial budaya. Mereka dalam mendirikan tipe koperasi tertentu dengan melalui proses “trial and errors” yang akhirnya berhasil membentuk organisasi koperasi. Dalam melaksanakan fungsi-fungsi inovatif sebagai pemrakarsa-pemrakarsa sebagai pengusaha-pengusaha koperasi yang membuka jalan yang disebut  promotor koperasi.

4.     Bentuk Badan Usaha Yang Ada Di Indonesia

A.      Perusahaan perseorangan

B.      Persekutuan perdata

C.      Persekutuan firma

D.      Perseroan terbatas

E.       Koperasi

F.       Yayasan




Bahasa Inggris Bisnis : 16 Setence Active to be Passive

  Virni Eki Septiani 27218264 3EB03 16 Setense Active to be Passive 1.        Simple present A : Virni cooperates with the friend to...