Senin, 26 November 2018

Pengantar Bisnis


1.      Pengertian Dari Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

2.      Kegiatan Manajemen Produksi Yang Memikirkan Pelestarian Lingkungan Dan Mengurangi Efek Polusi

Saat sebuah perusahaan di dirikan, perusahaan harus memikirkan dampak yang terjadi akibat pendirian perusahaan tersebut. Apalagi jika usaha yang di dirikan berupa industri, yang sudah pasti akan menimbulkan efek pencemaran baik di udara maupun di air. Maka bagian dari manajemen produksi harus mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi pencemaran tersebut yang nantinya akan berimbas buruk kepada masyarakat sekitar dan juga alam. Langkah – langkah yang harus di lakukan :

a. Teknologi harus ramah lingkungan sebagai upaya pelestarian lingkungan
b. Mengurangi penggunaan bahan – bahan kimia yang berlebihan yang dapat menyebabkan polusi
c. Mengurangi pembuangan limbah yang bersifat gas maupun cair

Ataupun perusahaan juga dapat mematuhi beberapa peraturan yang di buat di suatu negara tentang pelestarian lingkungan

a. Indonesia memberlakukan undang-undang No. 4 Tahun 182 tentang Ketentuan-Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1986 yang berlaku 5 Juni 1987.
b. Tahun 1994 diterbitkan keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup, yaitu KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Kemudian terbit lagi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tetang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL  diputuskan oleh Mentri Lingkungan  Hidup pada PP No. 17 Tahun 2001.

3.      Variabel Yang Harus Di Pertimbangkan Oleh Pengusaha Dalam Memilih Lokasi Pabrik

1)      Lokasi pasar atau letak konsumen 
Pabrik akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi, yang kemudian akan dipasarkan. Baik setelah barang hasil produksi ini langsung dipasarkan, ataupun disimpan dalam gudang perusahaan terlebih dahulu, namun tujuan akhir dari kegiatan produksi ini adalah dapat dipasarkannya produk tersebut. Suatu kegiatan produksi dalam perusahaan baru akan kelihatan manfaatnya kalau produk perusahaan tersebut dapat dipasarkan dengan baik. Apabila produk perusahaan tidak dapat dipasarkan, maka padsa umumnya kegiatan produksi dalam perusahaan tersebut akan dihentikan, dan diganti dengan kegiatan produksi yang lain dimana produknya dapat dipasarkan. Dengan demikian maka masalah pasar ini merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan dengan begitu saja oleh perusahaan bersangkutan.
Pemilihan lokasi pabrik yang berdekatan dengan lokasi pasar produk perusahaan akan mendapatkan berbagai macam keuntungan. Keuntungannya antara lain : keuntungan pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar produk perusahaan tersebut, kemudahan pengawasan angkutan, kecepatan memperoleh informasi pasar, dll.

2)      Lokasi sumber bahan baku
Di dalam perusahaan , kebutuhan bahan baku ini bukan merupakan kebutuhan yang dirasakan pada waktu – waktu tertentu saja, melainkan akan menjadi kebutuhan rutin yang harus selalu dipenuhi. Ketiadaan bahan baku dalam perusahaan ini akan mempunyai akaibat – akibat yang tidak diinginkan oleh perusahaan tersebut. Akibatnya adalah terhentinya pelaksanaan kegiatan produksi di dalam perusahaan tersebut. Apabila kegiatan produksi terhenti, maka hal ini tentunya akan mengakibatkan kegiatan – kegiatan yang lain dalam perusahaan tersebut terhenti pula. Ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku ini adalah sangat besar, sehingga tidak mungkin suatu perusahaan akan dapat melaksanakan proses produksi dalam perusahaannya tanpa mempergunakan bahan baku. Karena hal inilah maka perusahaan yang didirikan, sejauh mungkin akan selalu mempertimbangkan lokasi bahan baku.
Apabila suatu pabrik didirikan dengan lokasi yang jauh dari sumber bahan baku yang dipergunakannya, maka perusahaan yang bersangkutan akan menanggung berbagai macam risiko. Risiko – risiko ini antara lain : risiko sehubungan dengan angkutan bahan baku, risiko kerusakan dalam angkutan, risiko biaya angkutan. Risiko kehilangan, risiko keterlambatan informasi bahan baku, dll. Dari hal – hal tersebut kiranya dapat dimengerti bahwa lokasi pabrik yang akan didirikan oleh perusahaan tersebut akan lebih baik apabila dipilih tempat yang lebih dekat dengan sumber bahan baku dari perusahaan yang bersangkutan.

3)      Sumber tenaga  kerja
 Lokasi-lokasi yang memiliki tenaga terampil dalam industri yang akan dijalankan sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi. Mendatangkan Tenaga Kerja dari daerah yang jauh akan meningkatkan biayanya dan juga masalah-masalah yang berkaitan dengan administrasi ketenagakerjaan. Hal-hal yang berkaitan dengan Pola pengupahan seperti biaya hidup dan hubungan industri dengan tenaga kerja setempat terutama dengan Serikat Pekerja juga merupakan faktor penting dalam menentukan ketepatan tempat tersebut untuk dijadikan lokasi fasilitas produksi.Di manapun lokasi perusahaan, harus mempunyai tenaga kerja, karena itu cukup tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang mendasar. Disamping itu, penarikan tenaga kerja kuantitas dan jarak, tingkat upah yang berlaku, serta persaingan antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi juga perlu diperhatikan perusahaan. Tetapi yang benar-benar menarik bagi manajemen adalah kombinasi diantara produktivitas dan tingkat upah tenaga kerja.

4)      Fasilitas Transportasi 
Fasilitas Transportasi merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi produksi.  Kecepatan transportasi menjamin pasokan bahan mentah dan bahan pendukung produksi untuk perusahaan serta pengiriman barang jadi ke Pelanggan. Pemilihan Metode Transportasi seperti lewat jalur darat, laut dan udara sangat menentukan biaya produk (barang dan jasa) yang akan dihasilkan.Tersedianya fasilitas transportasi baik lewat darat, udara, dan air akan melancarkan pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan. Pentingnya pertimbangan biaya transportasi tergantung “sumbangan” nya terhadap total biaya. Ketersediaan transportasi yang mendukung distribusi produk dan bahan baku baik melalui laut maupun darat. Sehingga daerah yang akan dijadikan lokasi pabrik haruslah menpunyai fasilitas transportasi yang memadai dan biaya untuk transportasi dapat ditekan sekecil mungkin.

4.      Informasi Yang Dapat Diambil Dari Laporan Akuntansi
a)      Pemilik/Investor
Jika anda sebagai investor maka anda akan membutuhkan suati informasi yang nanti nya akan anda jadikan sebagai referensi untuk mengambil suatu keputusan.Informasi yang nanti nya akan anda dapatkan yaitu sebuah laporan keuangan, dimana laporan keuangan itu akan bisa membantu anda untuk memberikan jawaban sebagai acuan untuk mengambil suatu tindakan apakah anada akan membeli, menjual atau bahkan anda akan melakukan investasi. Dengan adanya hasil laporan keuangan sehingga akan meberikan sebuah penilaian khusus kepada perusahaan dimana perusahaan akan memiliki kemampuan untuk membayar deviden.
b)      Kreditur
Kreditur ini memiliki peran yang sama dengan peminjam,dimana di dalam laporan keuangan akan dijadikan patokan dalam mengambil keputusan untuk berapa besar jumlah yang nantinya akan dipijamkan dengan perusahaan lain dan juga dengan memperhatikan beberapa faktor kemungkinan yang ada.
c)      Manajer
Orang yang diberi wewenang oleh pemilik untuk mengoperasikan perusahaan. Untuk itu manajer membutuhkan informasi akuntansi guna perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.
d)      Pemerintah
Bagi pemerintah laporan keuangan sangat digunakan yaitu untuk dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan pajak dan juga dijadikan sebagai dasar yang akan di gunakan untuk menyusun statistik pada pendataan nasional.

5.      Pentingnya Laporan Akuntansi Dalam Fungsi Manajemen

Laporan akuntansi dalam fungsi manajemen di sebuah perusahaan itu sangat penting. Karena laporan akuntansi bisa menjadi alat analisa yang memberi data kualitatif dan kuantitatif. Hal ini bisa di gunakan sebagai acuan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Keputusan tersebut bisa digunakan sebagai acuan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Keputusan tersebut bisa merupakan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas operasional maupun keputusan khusus seperti investasi. Selain itu laporan keuangan juga bisa sebagai sumber informasi untuk pertanggungjawaban masing – masing tingkat manajemen. Setiap divisi atau tingkatan manajemen memiliki tanggung jawab yang harus di laporkan. Laporan Akuntansi hadir sebagai sumber informasi sekaligus laporan pertanggung jawaban masing – masing divisi. Adanya akuntansi manajemen membuat divisi satu dan lainnya dalam perusahaan menjadi terkait dan berkesinambungan sehingga proses operasional mereka tidak saling bertabrakan atau berjalan hanya menyesuaikan kepentingannya masing-masing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bahasa Inggris Bisnis : 16 Setence Active to be Passive

  Virni Eki Septiani 27218264 3EB03 16 Setense Active to be Passive 1.        Simple present A : Virni cooperates with the friend to...