1.
Pengertian
Dari Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu bagian dari bidang manajemen yang
mempunyai peran dalam mengoordinasi kan berbagai kegiatan untuk mencapai
tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang
berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang
dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dengan demikian, manajemen
produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses
produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
2.
Kegiatan
Manajemen Produksi Yang Memikirkan Pelestarian Lingkungan Dan Mengurangi Efek
Polusi
Saat sebuah perusahaan di
dirikan, perusahaan harus memikirkan dampak yang terjadi akibat pendirian
perusahaan tersebut. Apalagi jika usaha yang di dirikan berupa industri, yang
sudah pasti akan menimbulkan efek pencemaran baik di udara maupun di air. Maka
bagian dari manajemen produksi harus mengambil langkah yang tepat untuk
mengurangi pencemaran tersebut yang nantinya akan berimbas buruk kepada
masyarakat sekitar dan juga alam. Langkah – langkah yang harus di lakukan :
a. Teknologi harus ramah lingkungan sebagai upaya pelestarian lingkungan
b. Mengurangi penggunaan bahan – bahan kimia yang berlebihan yang dapat menyebabkan polusi
c. Mengurangi pembuangan limbah yang bersifat gas maupun cair
a. Teknologi harus ramah lingkungan sebagai upaya pelestarian lingkungan
b. Mengurangi penggunaan bahan – bahan kimia yang berlebihan yang dapat menyebabkan polusi
c. Mengurangi pembuangan limbah yang bersifat gas maupun cair
Ataupun perusahaan juga dapat
mematuhi beberapa peraturan yang di buat di suatu negara tentang pelestarian
lingkungan
a. Indonesia memberlakukan undang-undang No. 4 Tahun 182 tentang Ketentuan-Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1986 yang berlaku 5 Juni 1987.
b. Tahun 1994 diterbitkan keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup, yaitu KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Kemudian terbit lagi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tetang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL diputuskan oleh Mentri Lingkungan Hidup pada PP No. 17 Tahun 2001.
a. Indonesia memberlakukan undang-undang No. 4 Tahun 182 tentang Ketentuan-Ketentuan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pelaksanaannya diatur Peraturan pemerintah No. 29 Tahun 1986 yang berlaku 5 Juni 1987.
b. Tahun 1994 diterbitkan keputusan Mentri Negara Lingkungan Hidup, yaitu KEP-12/MENLH/3/1994 tentang Pedoman Umum Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL). Kemudian terbit lagi Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dilanjutkan dengan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tetang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan AMDAL diputuskan oleh Mentri Lingkungan Hidup pada PP No. 17 Tahun 2001.
3. Variabel Yang Harus Di Pertimbangkan Oleh Pengusaha
Dalam Memilih Lokasi Pabrik
1) Lokasi pasar atau letak
konsumen
Pabrik
akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi atau bahan setengah jadi, yang
kemudian akan dipasarkan. Baik setelah barang hasil produksi ini langsung
dipasarkan, ataupun disimpan dalam gudang perusahaan terlebih dahulu, namun
tujuan akhir dari kegiatan produksi ini adalah dapat dipasarkannya produk
tersebut. Suatu kegiatan produksi dalam perusahaan baru akan kelihatan
manfaatnya kalau produk perusahaan tersebut dapat dipasarkan dengan baik.
Apabila produk perusahaan tidak dapat dipasarkan, maka padsa umumnya kegiatan
produksi dalam perusahaan tersebut akan dihentikan, dan diganti dengan kegiatan
produksi yang lain dimana produknya dapat dipasarkan. Dengan demikian maka
masalah pasar ini merupakan masalah yang tidak dapat diabaikan dengan begitu
saja oleh perusahaan bersangkutan.
Pemilihan
lokasi pabrik yang berdekatan dengan lokasi pasar produk perusahaan akan
mendapatkan berbagai macam keuntungan. Keuntungannya antara lain : keuntungan
pengangkutan barang jadi dari pabrik ke pasar produk perusahaan tersebut,
kemudahan pengawasan angkutan, kecepatan memperoleh informasi pasar, dll.
2) Lokasi sumber bahan baku
Di
dalam perusahaan , kebutuhan bahan baku ini bukan merupakan kebutuhan yang
dirasakan pada waktu – waktu tertentu saja, melainkan akan menjadi kebutuhan
rutin yang harus selalu dipenuhi. Ketiadaan bahan baku dalam perusahaan ini
akan mempunyai akaibat – akibat yang tidak diinginkan oleh perusahaan tersebut.
Akibatnya adalah terhentinya pelaksanaan kegiatan produksi di dalam perusahaan
tersebut. Apabila kegiatan produksi terhenti, maka hal ini tentunya akan
mengakibatkan kegiatan – kegiatan yang lain dalam perusahaan tersebut terhenti
pula. Ketergantungan perusahaan terhadap bahan baku ini adalah sangat besar, sehingga
tidak mungkin suatu perusahaan akan dapat melaksanakan proses produksi dalam
perusahaannya tanpa mempergunakan bahan baku. Karena hal inilah maka perusahaan
yang didirikan, sejauh mungkin akan selalu mempertimbangkan lokasi bahan baku.
Apabila
suatu pabrik didirikan dengan lokasi yang jauh dari sumber bahan baku yang
dipergunakannya, maka perusahaan yang bersangkutan akan menanggung berbagai
macam risiko. Risiko – risiko ini antara lain : risiko sehubungan dengan
angkutan bahan baku, risiko kerusakan dalam angkutan, risiko biaya angkutan.
Risiko kehilangan, risiko keterlambatan informasi bahan baku, dll. Dari hal –
hal tersebut kiranya dapat dimengerti bahwa lokasi pabrik yang akan didirikan
oleh perusahaan tersebut akan lebih baik apabila dipilih tempat yang lebih
dekat dengan sumber bahan baku dari perusahaan yang bersangkutan.
3) Sumber
tenaga kerja
Lokasi-lokasi
yang memiliki tenaga terampil dalam industri yang akan dijalankan sangat
berpengaruh terhadap kelancaran produksi. Mendatangkan Tenaga Kerja dari daerah
yang jauh akan meningkatkan biayanya dan juga masalah-masalah yang berkaitan
dengan administrasi ketenagakerjaan. Hal-hal yang berkaitan dengan Pola
pengupahan seperti biaya hidup dan hubungan industri dengan tenaga kerja
setempat terutama dengan Serikat Pekerja juga merupakan faktor penting dalam
menentukan ketepatan tempat tersebut untuk dijadikan lokasi fasilitas produksi.Di
manapun lokasi perusahaan, harus mempunyai tenaga kerja, karena itu cukup
tersedianya tenaga kerja merupakan hal yang mendasar. Disamping itu, penarikan
tenaga kerja kuantitas dan jarak, tingkat upah yang berlaku, serta persaingan
antar perusahaan dalam memperebutkan tenaga kerja yang berkualitas tinggi juga
perlu diperhatikan perusahaan. Tetapi yang benar-benar menarik
bagi manajemen adalah kombinasi diantara produktivitas dan tingkat upah tenaga
kerja.
4) Fasilitas
Transportasi
Fasilitas
Transportasi merupakan salah satu pertimbangan penting dalam menentukan lokasi
produksi. Kecepatan transportasi menjamin pasokan bahan mentah dan bahan
pendukung produksi untuk perusahaan serta pengiriman barang jadi ke Pelanggan.
Pemilihan Metode Transportasi seperti lewat jalur darat, laut dan udara sangat
menentukan biaya produk (barang dan jasa) yang akan dihasilkan.Tersedianya
fasilitas transportasi baik lewat darat, udara, dan air akan melancarkan
pengadaan faktor-faktor produksi dan penyaluran produk perusahaan. Pentingnya
pertimbangan biaya transportasi tergantung “sumbangan” nya terhadap total biaya. Ketersediaan
transportasi yang mendukung distribusi produk dan bahan baku baik melalui
laut maupun darat. Sehingga daerah yang akan dijadikan lokasi pabrik
haruslah menpunyai fasilitas transportasi yang memadai dan biaya untuk
transportasi dapat ditekan sekecil mungkin.
4. Informasi Yang Dapat Diambil Dari Laporan Akuntansi
a) Pemilik/Investor
Jika anda sebagai investor maka anda akan membutuhkan suati informasi yang nanti nya akan anda jadikan sebagai referensi untuk mengambil suatu keputusan.Informasi yang nanti nya akan anda dapatkan yaitu sebuah laporan keuangan, dimana laporan keuangan itu akan bisa membantu anda untuk memberikan jawaban sebagai acuan untuk mengambil suatu tindakan apakah anada akan membeli, menjual atau bahkan anda akan melakukan investasi. Dengan adanya hasil laporan keuangan sehingga akan meberikan sebuah penilaian khusus kepada perusahaan dimana perusahaan akan memiliki kemampuan untuk membayar deviden.
Jika anda sebagai investor maka anda akan membutuhkan suati informasi yang nanti nya akan anda jadikan sebagai referensi untuk mengambil suatu keputusan.Informasi yang nanti nya akan anda dapatkan yaitu sebuah laporan keuangan, dimana laporan keuangan itu akan bisa membantu anda untuk memberikan jawaban sebagai acuan untuk mengambil suatu tindakan apakah anada akan membeli, menjual atau bahkan anda akan melakukan investasi. Dengan adanya hasil laporan keuangan sehingga akan meberikan sebuah penilaian khusus kepada perusahaan dimana perusahaan akan memiliki kemampuan untuk membayar deviden.
b) Kreditur
Kreditur
ini memiliki peran yang sama dengan peminjam,dimana di dalam laporan keuangan
akan dijadikan patokan dalam mengambil keputusan untuk berapa besar jumlah yang
nantinya akan dipijamkan dengan perusahaan lain dan juga dengan memperhatikan
beberapa faktor kemungkinan yang ada.
c) Manajer
Orang yang diberi wewenang oleh
pemilik untuk mengoperasikan perusahaan. Untuk itu manajer membutuhkan
informasi akuntansi guna perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan.
d) Pemerintah
Bagi pemerintah laporan keuangan sangat digunakan yaitu untuk
dijadikan sebagai acuan dalam menetapkan pajak dan juga dijadikan sebagai dasar
yang akan di gunakan untuk menyusun statistik pada pendataan nasional.
5. Pentingnya Laporan Akuntansi Dalam Fungsi Manajemen
Laporan akuntansi dalam fungsi manajemen di sebuah
perusahaan itu sangat penting. Karena laporan akuntansi bisa menjadi alat
analisa yang memberi data kualitatif dan kuantitatif. Hal ini bisa di gunakan
sebagai acuan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Keputusan tersebut bisa
digunakan sebagai acuan bagi manajemen untuk mengambil keputusan. Keputusan
tersebut bisa merupakan keputusan yang berkaitan dengan aktivitas operasional
maupun keputusan khusus seperti investasi. Selain itu laporan keuangan juga
bisa sebagai sumber informasi untuk pertanggungjawaban masing – masing tingkat
manajemen. Setiap divisi atau tingkatan manajemen memiliki tanggung jawab yang
harus di laporkan. Laporan Akuntansi hadir sebagai sumber informasi sekaligus
laporan pertanggung jawaban masing – masing divisi. Adanya akuntansi
manajemen membuat divisi satu dan lainnya dalam perusahaan menjadi terkait dan
berkesinambungan sehingga proses operasional mereka tidak saling bertabrakan
atau berjalan hanya menyesuaikan kepentingannya masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar